Dampak Menggunakan Bumbu Penyedap Skip to main content

Dampak Menggunakan Bumbu Penyedap


SUMBER:
PERTANYAAN
1.      Pengertian, bentuk yang masuk ke dalam tubuh, efek terhadap kesehatan
1.1 MSG
1.2 ASPARTAM
1.3 CYLARATE
2.      SEKRESI
2.1 Liur mulut – enzim? Bahan lain?
2.2 Liur lambung – enzim? Hormon? Bahan lain?
2.3 Liur usus – enzim? Hormon? Bahan lain
2.4 Eksokrin pankreas?
2.5 Empedu?
3.      Mengapa di sistem pencernaan harus ada kimus?
4.      Sebutkan nama-nama Sfingter, posisi, dan fungsinya
5.      Mengapa SKM harus mengetahui posisi sfingter?

JAWABAN
1. Pengertian, bentuk yang masuk ke dalam tubuh, dan efek terhadap kesehatan
1.1 MSG
Monosodium Glutamat adalah garam natrium dari asam glutamat yang sangat luas digunakan sebagai bumbu penyedap. MSG adalah adalah salah satu bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan flafour atau cita rasa yang lebih enak dan lebih nyaman ke dalam masakan, banyak menimbulkan kontroversi baik bagi para produsen maupun konsumen pangan karena beberapa bagian masyarakat percaya bahwa bila mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, mereka sering menunjukkan gejala-gejala alergi. Glutamat banyak dijumpai dalam alam, juga terdapat dalam makanan dan tubuh manusia, baik dalam bentuk bebas maupun terikat sebagai peptida maupun protein. Glutamat yang terikat dengan protein tidak mempunyai daya penyedap seperti bentuk bebas. Jenis makanan yang mengandung banyak protein seperti ASI (air susu ibu), susu sapi, keju dan daging mengandung banyak glutamat sedangkan sebagian besar sayuran sedikit kandungan glutamatnya, tetapi ada sayuran atau buah tertentu yang mengandung banyak glutamat bebas seperti jamur-jamu.
Monosodium glutamat diisolasi oleh Dr. Kikunnae Ikeda pada tahun 1909. Monosodium glutamat sendiri sebenarnya sama sekali tidak menghadirkan rasa yang enak, bahkan sering menghadirkan rasa yang dideskripsikan sebagai rasa pahit, dan asin. Pemberian MSG pada bahan makanan yang sesuai dengan konsentrasi rendah, akan membuat makanan tersebut menjadi nikmat yang dapat diterima masyarakat (Kobayashi et al., 2002). Monosodium Glutamat kemudian menjadi bahan penambah rasa yang dipakai di seluruh dunia (Geha & Beiser, 2000).r, tomat, peas (Santoso, 1988).
Monosodium Glutamat adalah gabungan antara komponen garam sodium dan asam glutamat–L (suatu asam amino non esensial) yang bersifat sangat larut dalam air dan akan berdisosiasi menjadi kation garam sodium dan anion asam glutamat. Glutamat dalam MSG yang berasal dari hidrolisa protein tumbuhan merupakan glutamat dalam bentuk bebas. Konsumsi glutamat bebas akan meningkatkan kadar glutamat dalam plasma darah.
STRUKTUR KIMIA MSG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8aik3yw4z1bmmjQIHcgc6z43xwgY93a2hGJKf8SZ6R52ywYyRJ9kGB0MqrJWYMi7ygtqx2I4RdkaPth0xYUWzRyliSys8eF_glbEP7LfnInf3R0j-hN7Yg62WDmLyHaoQ92zBnc3hEs4O/s400/Struktur+Kimia+MSG.jpg
Keadaan stress oksidatif juga dijumpai setelah pemberian MSG 4 mg/g berat badan secara interperitoneal memperlihatkan peningkatan pembentukkan MDA (Malondialdehyde) di hati, ginjal dan otak tikus. Pemberian makanan yang mengandung vitamin C, E dan quertin secara bersamaan mengurangi kadar MDA yang muncul akibat pemberian MSG (Farombi & Onyema, 2006).
Hampir semua bahan makanan sudah mengandung glutamat. Beberapa diantaranya mengandung kadar tinggi, seperti: susu, telur, daging, ikan, ayam, kentang, jagung, tomat, brokoli, jamur, anggur, kecap, saus dan keju. Termasuk dalam hal ini juga bumbu-bumbu penyedap alami seperti vanili atau daun pandan. Hasil penelitian untuk batasan metabolisme (30 mg/kg/hari) berarti rata-rata dalam sehari dibatasi penambahan maksimal 2,5 – 3,5 g MSG (berat badan 50 – 70 kg), dan tidak boleh dalam dosis tinggi, sementara satu sendok teh rata-rata berisi 4 - 6 gram MSG (Ardyanto, 2004).
Berikut dampak dari MSG bagi kesehatan tubuh
1.Kegemukan
Kebiasaan memakai msg dalam jumlah banyak dan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan hanya bisa makan pada masakan yang menggunakan msg saja. Msg mampu meningkatkan nafsu makan karena makanan yang biasa biasa saja dapat berubah menjadi sangat lezat. Salah satu bahaya msg bagi kesehatan tubuh yaitu menyebabkan indera pengecap terbiasa untuk menerima makanan yang mengandung msg dan menyebabkan nafsu makan tinggi hanya pada masakan yang mengandung msg.
2. Nafsu makan hilang
Bahaya msg bagi kesehatan dapat muncul ketika pemakaian msg dilakukan setiap hari dan jangka panjang yang lama kelamaan dapat menyebabkan seseorang menjadi ketagihan. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak berselera ketika menyantap masakan yang tidak menggunakan msg. Jika terus menerus berkelanjutan maka dapat menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Hal ini tidak baik bagi perkembangan tubuh anak anak yang msaih dalam masa pertumbuhan.
3. Gangguan jaringan otak
Zat zat yang ada pada msg dapat mencederai jaringan otak dan merusak kinerja otak sehingga mampu mengendalikan nafsu makan seseorang menjadi tidak wajar. Bahaya msg bagi kesehatan otak dapat berupa otak kehilangan kemampuannya dalam menangkap informasi dari luar tubuh secara baik sehingga menyeabakan seseorang tidak adapat berkonsentrasi.
4. Kerusakan hati
Penggunaan msg secara berlebihan menyebabkan organ hati rentan terserang luka, Iritasi dan peradangan. Akibatnya seiring berjalannya waktu fungsi hati mengalami kemunduran. Bahaya msg bagi kesehatan hati adalah dinding hati akan mengalami peradangan dan pendarahan.
5. Menurunkan kualitas kecerdasan
Anak anak yang terbiasa makan makanan yang mewngandung banyak msg beresiko mengalami kemunduran dalam berfikir , Memperlambat otak untuk menangkap informasi dari luar tubuh. Bahaya msg bagi kesehatan jaringan otak yang paling sering dialami anak anak adalah Keterlambatan dalam hal motorik gerak dan menurunkan intelektual kecerdasan.
6. Gangguan jantung
Zat yang terdapat pada msg dapat mencemari organ jantung dan mengganggu kinerja jantung berupa detak jantung menjadi tidak beraturan, Kadang sangat cepat kadang lambat. Bahaya msg bagi kesehatan jantung yang paling sering menmyerang manusia akibat penggunaan msg adalah timbul rasa nyeri pada dada yang muncul tiba tiba dan Menyebabkan tekanan darah mudah naik akibat adanya penyumbatan msg pada arteri sekitar jantung.
7. Gangguan pencernaan
Menggunakan msg diluar batas kewajaran rentan menyebabkan gangguan pada pencernaa karena dapat mnengiritasi dinding lambung, Kram perut, Mual mual, Asam lambung meningkat, Peradangan usus, Ulu hati tidak nyaman dan sakit perut yang muncul timbul tenggelam. Bahaya msg bagi kesehatan pencernaan yang paling banyak diderita manusia adalah berupa diare yang berkepanjangan sehingga mempengaruhi keseimbangan tubuh. (Baca juga : Gangguan pencernaan)
8. Gangguan otot
Bahaya msg bagi kersehatan yang tidak disadari masyarakat umum adalah terjadinya kelemahan otot. Zat pada msg dapat menyebabkan luka dan peradangan pada persendian, Otot jadi melemah sehingga tubuh sering cepat merasa lelah, Pegal pegal luar biasa dan stamina tubuh cepat menurun.
1.2 ASPARTAME
            Aspartame adalah nama pemanis buatan yang sangat dikenal di kalangan orang-orang yang sering menggunakan pemanis yang rendah kalori. Selain pada pemanis tersebut, aspartame juga sering ditemukan di minuman-minuman ringan, permen karet bebas gula, dan ada pula yang terdapat pada multivitamin. Aspartame sering digunakan karena tingkat kemanisannya yang tinggi, tetapi rendah kalori dan aman untuk orang-orang penderita diabetes. Tapi seperti zat-zat kimia lainnya, aspartame tetap memiliki efek sampingnya.
Aspartame mempunyai banyak efek samping yang dapat menumbulkan reaksi yang serius, bahkan dapat menyebabkan kematian. efek samping yang mungkin bisa dibilang sangat berbahaya hanya akan timbul jika terlalu banyak mengonsumsi aspartame dan ada kelainan pada tubuh yang mempengaruhi antibodi. efek samping yang dapat ditimbulkan oleh aspartame, seperti : gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah jantung, mual-mual, kebal, pegal-pegal, bertambahnya berat badan, bintik-bintik pada kulit, kelelelahan, insomnia, sulit bernapas, bicara tidak jelas, rasa nyeri ketika menelan makanan, diare, sulit tidur, dan gangguan indera perasa. Selain itu, aspartame juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti depresi, gelisah, perubahan tingkah laku, phobia, dan berkurangnya daya ingat. Penyakit kronis yang dapat disebabkan oleh penggunaan aspartame yang berlebihan antara lain : tumor pada otak, multiple sklerosis, epilepsi, sindrom kelelahan kronis, parkinson, lupus, alzheimer, cacat mental, limfoma, kelainan pada kelahiran anak, dan bahkan diabetes, yang merupakan penyakit yang ingin dihindari oleh orang-orang yang banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung aspartame
1.3 CYLARATE
Siklamat adalah pemanis buatan yang masih populer di Indonesia. Pemanis buatan ini merupakan garam natrium dari asam siklamat. siklamat menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya). Sifat siklamat sangat mudah larut dalam air dan mempunyai tingkat kemanisan 30 kali gula. Dalam perdagangan dikenal sebagai Assugrin, Sucaryl, dan Sucrosa. Sedangkan sakarin merupakan garam natrium dari asam sakarin. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 200-700 kali gula.
 Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Karena itu, sakarin banyak digunakan pedagang kecil. Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Siklamat dan sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan migrain.
Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak. Sorbitol, suatu poliol (alkohol gula), bahan pemanis yang ditemukan dalam berbagai produk makanan. Rumus kimiawi C6H14O6, struktur molekulnya mirip dengan glukosa, hanya gugus aldehide pada glukosa diganti menjadi gugus alkohol. Kemanisan sorbitol sekitar 60% dari kemanisan sukrosa (gula tebu) dengan ukuran kalori sekitar sepertiganya. Rasanya lembut di mulut dengan rasa manis . orbitol dapat mengakibatkan nyeri pada perut, dan diare. Sorbitol juga dapat memperburuk Sindrom usus Bahkan karena tidak diet sorbitol, sel memproduksi sorbitol alami.Bila terlalu banyak sorbitol dihasilkan di dalam sel, dapat menyebabkan kerusakan.

2. Sekresi adalah proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan didalam tubuh. Zat yang dihasilkan berbentuk lendir (enzim dan hormon oleh sel dan kelenjar). Sedangkan Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas yang sudah tidak bermanfaat bagi tubuh, bisa menjadi racun (kimiawi).
            2.1 Liur mulut – enzim? Bahan lain?
            Kelenjar ludah menghasilkan air liur (saliva) atau ludah. Ada tiga pasang kelenjar pada kelenjar ludah dalam rongga mulut yaitu:
Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga
kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah
kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair. Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan.Jadi, ludah berfungsi membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam dan basa.
Sebelum diserap, zat makanan kompleks yang dikonsumsi oleh manusia dan hewan harus dipecah menjadi zat yang lebih sederhana yaitu, zat yang mudah larut, dan tidak larut. Dalam rongga mulut, kelenjar ludah mengeluarkan berbagai enzim dan zat yang membantu pencernaan dan mengusir kuman-kuman berbahayayaitu,
1. Lipase lingual Enzim lipase mencerna lipid atau lemak, dengan demikian kita bisa tahu ternyata pencernaan lipid dimulai di mulut.
2. Amilase saliva Pencernaan karbohidrat juga dimulai di mulut. Amilase, diproduksi oleh kelenjar ludah, menghancurkan karbohidrat kompleks ke rantai yang lebih kecil, atau bahkan gula sederhana. Amilase disebut juga sebagai enzim ptialin.
 3. Lisozim Dalam makanan tentu saja tidak hanya mengandung berbagai nutrisi penting, namun juga ada kuman seperti bakteri atau virus. Fungsi lisozim inilah sebagai antiseptik yang terbatas dan tidak spesifik namun bermanfaat dalam melumpuhkan kuman-kuman tersebut.
4. Haptocorrin Haptocorrin juga dikenal sebagai R-factor, fungsinya membantu penyerapan vitamin B12. Haptocorrin melindungi vitamin B12 dari kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung. Setelah sampai di duodenum, ikatan B12-Haptocorrin terpisah oleh protease pankreas. Vitamin B12 kemudian bisa berikatan dengan faktor intrinsik (IF) yang telah diproduksi oleh sel parietal. Akhirnya, keduanya (vitamin B12 & IF) dibawa ke ileum melalui reseptor cubam. Perlu diketahui bahwa ada dua jenis kelenjar ludah yang mendukung proses pencernaan: Kelenjar serosa : Kelenjar ini menghasilkan sekret yang kaya akan air, elektrolit, dan enzim. Contohnya adalah kelenjar parotid. Kelenjar campuran : Kelenjar ini memiliki sel serosa dan sel mukosa, dan mencakup kelenjar sublingual dan submandibular. Produksi sekresinya adalah campuran serous dan mukous dan masuk ke mulut melalui duktus Wharton.
Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa).Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8-7 dan suhu 37 derajat Celsius.
Berdasarkan ulasan diatas dapat dikatakan bahwa fungsi kelenjar ludah adalah untuk menghasilkan ludah yang mengandung enzim, air, lendir yang sangat berperan dalam proses pencernaan makanan khususnya pencernaan tahap pertama manusia yaitu pada mulut tempat dikunyahnya makanan menggunakan makanan.
2.2 Liur lambung – enzim? Hormon? Bahan lain?
Enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung disebut enzim lambung. Lambung memainkan peran penting dalam pencernaan, baik secara mekanis dengan mencampur dan menghancurkan makanan, dan juga secara enzimatik, dengan mencernanya. Berikut ini adalah enzim, hormon atau senyawa yang diproduksi oleh lambung dan fungsinya masing-masing:
 1. Pepsin Pepsin adalah enzim lambung yang paling utama. Diproduksi oleh sel lambung yang disebut “sel utama” atau “chief cell” dalam bentuk pepsinogen yang belum aktif (zymogen). Pepsinogen kemudian diaktivasi oleh asam lambung ke dalam bentuk aktifnya, pepsin. Fungsi pepsin adalah memecah protein dalam makanan menjadi partikel yang lebih kecil, seperti fragmen peptida dan asam amino. Oleh karena itu, pencernaan protein dimulai pertama kali di lambung, tidak seperti karbohidrat dan lipid yang memulai pencernaannya di mulut.
2. Asam klorida (HCl) Pada dasarnya asam klorida teridiri dari atom hidrogen bermuatan positif (H +), atau dalam istilah awam disebut asam lambung. HCl diproduksi oleh sel-sel lambung yang disebut sel parietal. Fungsi HCl yang utama yaitu: Denaturasi protein. Menghancurkan bakteri atau virus yang tertinggal dalam makanan. Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
3. Faktor intrinsik (IF) Faktor intrinsik dihasilkan oleh sel parietal pada lambung. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa IF berperan penting dalam penyerapan Vitamin B12 pada ileum terminal. Awalnya di air liur, haptocorrin disekresikan oleh kelenjar liur untuk berikatan dengan Vit. B12, sehingga menciptakan kompleks Vit. B12-Haptocorrin. Tujuannya adalah untuk melindungi vitamin B12 agar tidak rusak oleh asam klorida yang diproduksi oleh lambung. Begitu isi lambung disalurkan ke duodenum, haptocorrin dirusak oleh enzim pankreas (protease) sehingga melepaskan vitamin B12 yang utuh. Faktor intrinsik (IF) yang dihasilkan oleh sel parietal kemudian mengikat Vitamin B12, menciptakan kompleks Vit. B12-IF. Keduanya kemudian diserap pada bagian usus haslus ileum terminal.
4. Mucin Lambung memiliki peranan penting dalam menghancurkan bakteri dan virus dengan cara memanfaatkan HCl yang sangat asam. Namun lambung juga harus melindungi lapisannya sendiri dari sifat asam yang merusak tersebut. Caranya dengan mensekresi mucin dan bikarbonat melalui sel mukosanya, dan juga dengan melakukan perputaran siklus (mati-tumbuh) sel yang cepat.
5. Gastrin Gastrin merupakan hormon penting yang diproduksi oleh “sel G” dari lambung. Sel G menghasilkan gastrin sebagai respons terhadap peregangan lambung yang terjadi setelah makanan masuk, dan juga setelah paparan lambung terhadap protein. Gastrin adalah hormon endokrin yang memasuki aliran darah dan akhirnya kembali ke lambung dimana ia merangsang sel parietal untuk menghasilkan asam hidroklorida (HCl) dan faktor intrinsik (IF).
6. Lipase Lambung. Lipase lambung merupakan asam lipase yang disekresikan oleh “chief cell” di mukosa fundus di lambung, dan memiliki pH optimum 3-6. Lipase lambung, bersama dengan lipase lingual, terdiri dari dua lipase asam. Lipase ini, tidak seperti lipase basa (seperti lipase pankreas ), tidak memerlukan asam empedu atau kolipase untuk aktivitas enzimatik yang optimal. Lipase asam membentuk 30% hidrolisis lipid yang terjadi selama pencernaan pada manusia dewasa, dan lipase lambung lah yang berkontribusi paling banyak. Pada neonatus, lipase asam jauh lebih penting, menyediakan hingga 50% dari total aktivitas lipolitik.
Perlu diketahui bahwa ada empat jenis sel di lambung: Sel parietal : Menghasilkan asam klorida dan faktor intrinsik. Sel utama “Chief Cell” lambung : Menghasilkan pepsinogen. Sel utama ini terutama ditemukan di bagian yang disebut “body” atau badan lambung, yang merupakan bagian anatomis tengah atau superior dari lambung. Sel mukosa leher dan pit : Menghasilkan mucin dan bikarbonat untuk menciptakan “zona netral” untuk melindungi lapisan lambung dari asam atau iritasi pada kimus (chyme) lambung . Sel G : Menghasilkan hormon gastrin sebagai respons terhadap distensi mukosa lambung atau protein, dan merangsang produksi sel parietal. Sel G terletak di bagian antrum (bawah) lambung, yang merupakan daerah paling inferior dari lambung. Sekresi oleh sel – sel diatas dikendalikan oleh sistem saraf enterik (ENS). Distensi di lambung atau persarafan oleh saraf vagus (parasimpatis) akan mengaktifkan ENS, yang pada gilirannya akan menyebabkan pelepasan asetilkolin. Setelah sampai, asetilkolin akan mengaktifkan sel G dan sel parietal
            2.3 Liur usus – enzim? Hormon? Bahan lain
Enzim atau hormon berikut diproduksi di duodenum:
1. Secretin Secretin adalah hormon endokrin yang diproduksi oleh “sel S” duodenum sebagai respons terhadap keasaman lambung.
2. Cholecystokinin (CCK) Cholecystokinin (CCK) adalah peptida unik yang dikeluarkan oleh “sel I” duodenum dalam menanggapi kimus (chyme) yang mengandung kandungan lemak atau protein yang tinggi. Tidak seperti secretin, yang merupakan hormon endokrin, CCK benar-benar bekerja melalui stimulasi rangkaian neuron, hasil akhirnya adalah stimulasi sel asinar untuk melepaskan isinya. CCK juga meningkatkan kontraksi kandung empedu, menyebabkan pelepasan cairan empedu yang telah disimpan ke dalam saluran sistik, dan akhirnya masuk ke saluran empedu umum dan melalui ampula Vater ke posisi anatomis kedua duodenum. CCK juga merelaksasi sfingter Oddi , yaitu sfingter yang mengatur aliran melalui ampula Vater. CCK juga menurunkan aktivitas lambung dan mengurangi pengosongan lambung.
3. Gastric inhibitory peptide (GIP) Peptida penghambat aktivitas lambung (GIP). Berfungsi untuk menurunkan motilitas lambung dan diproduksi oleh sel mukosa duodenum.
 4. Motilin Zat ini meningkatkan motilitas gastrointestinal melalui reseptor khusus yang disebut “reseptor motilin”.
5. Somatostatin Hormon ini diproduksi oleh mukosa duodenum dan juga oleh sel delta pankreas. Fungsi utamanya adalah untuk menghambat berbagai mekanisme sekresi. Sepanjang lapisan usus halus ada banyak enzim brush border yang fungsinya untuk memecah chyme yang terlepas dari lambung ke dalam partikel yang dapat diserap.
Beberapa enzim ini meliputi: Erepsin : mengubah pepton dan polipeptida menjadi asam amino. Maltase : mengubah maltosa menjadi glukosa. Laktase : enzim yang mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Mayoritas populasi penduduk di Timur Tengah dan Asia kekurangan enzim ini. Enzim ini juga menurun seiring bertambahnya usia. Sukrase : mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Disakarida lainnya
2.4 Eksokrin pankreas
Pankreas merupakan gabungan kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Fungsi pankreas sebagai kelenjar endokrin yaitu menghasilkan hormon (seperti insulin, dan glukagon) untuk dilepaskan ke sistem peredaran darah. Fungsinya untuk mengendalikan metabolisme glukosa, dan juga untuk mengeluarkan sekret pankreas (jus pankreas) sebagai kelenjar eksokrin.
Hasil sekresi dari kelenjar eksokrin pankreas akan dilairkan menuju duodenum atau usus 12 jari guna mencerna makanan yang berasal dari lambung. Fungsi pencernaan atau eksokrin pankreas sama pentingnya dengan fungsi endokrinnya.
Berikut macam-macam enzim penyusun jus pankreas berserta fungsinya:
Tripsinogen, merupakan protease aktif (zymogenic) yang diaktifkan dalam duodenum menjadi tripsin, memecah protein menjadi pepton. Tripsinogen diaktifkan melalui enzim duodenum enterokinase ke enzim tripsin yang aktif.
Chymotrypsinogen, merupakan protease aktif (zymogenic) yang diaktifkan oleh enterodinase duodenum, yang kemudian diubah menjadi chymotrypsin untuk mengubah protein dan peptosa menjadi pepton,asam amino dan peptida. Chymotrypsinogen juga bisa diaktifkan oleh tripsin.
Carboxypeptidase, yang merupakan protease yang melepaskan asam amino ujung terminal c rantai polipeptida. Elastase berfungsi menurunkan protein elastin dan beberapa protein lainnya. Pankreas lipase yang mendegradasi trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Sterol esterase Fosfolipase Nuklease berfungsi mendegradasi asam nukleat, seperti DNAase dan RNAase Amilase pankreas berfungsi memecah pati dan glikogen yang merupakan polimer glukosa alfa-linked.
Berikut mekanisme pankreas yang penting untuk pemeliharaan keseimbangan dan produksi jus pankreas , yaitu
Secretin Sekretin adalah hormon yang diproduksi oleh “sel S” duodenum sebagai respons terhadap kimus (chyme) lambung yang mengandung konsentrasi atom hidrogen tinggi (keasaman tinggi) yang dilepaskan ke dalam aliran darah. Setelah kembali ke saluran pencernaan, sekresi mengurangi pengosongan lambung, meningkatkan sekresi sel duktus pankreas, serta merangsang sel asinar pankreas untuk melepaskan jus zimogeniknya.
Cholecystokinin (CCK) Cholecystokinin (CCK) adalah peptida unik yang dikeluarkan oleh “sel I” duodenum untuk mengatasi kimus (chyme) yang mengandung lemak atau protein yang tinggi. Tidak seperti secretin, yang merupakan hormon endokrin, CCK benar-benar bekerja melalui stimulasi rangkaian neuron, hasil akhirnya adalah stimulasi sel asinar untuk melepaskan isinya. CCK juga meningkatkan kontraksi kandung empedu. Cairan empedu membantu penyerapan lemak dengan mengemulsinya, dan meningkatkan permukaan serapnya.
Cairan empedu dihasilkan oleh hati, kemudian ditampung di dalam kantong empedu. # Gastric inhibitory peptide (GIP) Sebagai penghambat aktivitas lambung (GIP) yang diproduksi oleh sel duodenum mukosa sebagai respon untuk mengatasi kimus (chyme) yang mengandung karbohidrat, protein, dan asam lemak yang tinggi . Fungsi utama GIP adalah mengurangi pengosongan lambung. Somatostatin adalah hormon yang diproduksi oleh sel mukosa duodenum dan juga “sel delta” pankreas. Somatostatin memiliki efek penghambatan, termasuk menghambat produksi pankreas.
2.5 Empedu?
Empedu dihasilkan oleh hati. Garam empedu yang dihasilkannya memecah agregat lemak hingga memperbesar luas permukaannya. Bentuk micelles ( agregat dari asam lemak, kolesterol, dan monogliserida ) yang dihasilkannya membuat lemak dapat larut dalam air. Hal ini penting dalam mempercepat proses pencernaan lemak.
Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen. Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses. Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.
Secara fisiologis, fungsi utama dari hati adalah:
Membantu dalam metabolisme karbohidrat
Membantu metabolisme lemak
Membantu metabolisme Protein
Menetralisir obat-obatan dan hormon
Menetralisir obat-obatan dan hormon
Mensintesis garam-garam empedu
Sebagai tempat penyimpanan
Sebagai fagosit
3. Mengapa di sistem pencernaan harus ada kimus?
Karena kimus atau kim merupakan bahan mirip bubur makanan yang merupakan hasil pencernaan dari lambung. Kimus ini mengandung air, protein, dan asam lemak. Kimus ini harus ada agar makanan lebih mudah dicerna dan diikat oleh enzim. Kimus sangat penting di dalam sistem pencernaan untuk mengolah makanan agar lebih encer dan mudah di proses diusus.
4. Sebutkan nama-nama sfingter, posisi, dan  fungsinya
Sfingter merupakan kumpulan serabut otot yang berbentuk seperti cincin yang bekerja untuk menutup jalur atau pembukaan alamiah pada tubuh. Otot sfingter merupakan jenis otot involunter (tidak dapat diatur secara sadar). Sfingter dapat membuka dan menutup sesuai keperluan. Sfingter mempunyai tonus otot sehingga sfingter menutup pada saat istirahat. Saat diperlukan, otot sfingter dapat melemas (relaksasi) sehingga sfingter terbuka. Sfingter dapat ditemui di berbagai organ tubuh, yaitu:
NO.
NAMA SFINGTER
POSISI
FUNGSINYA
1.
Sfingter ani
Di anus
Terbuka pada saat buang air besar agar memudahkan feses keluar
2.
Sfingter oddi
Kantung empedu
Memudahkan saat cairan empedu dialirkan ke usus
3.
Sfingter esofagus
Esofagus
Terbuka dan memudahkan jika ada makanan yang melewati keerongkongan menuju lambung
4.
Sfingter urutre
Saluran kencing
Terbuka dan memudahkan jika air seni perlu dikeluarkan
5.
Sfingter pupil
Di mata
Mengatur pelebaran dan pengecilan pupil,berperan dalam mengatur cahaya yang masuk ke mata.

5.         Mengapa SKM harus mengetahui posisi sfingter?
            Karena untuk mengetahui fungsi dari sfingter dan mencegah penyakit yang di sebabkan oleh sfingter

Comments

Popular posts from this blog

Makalah Mortalitas Ilmu Kependudukan

MORTALITAS Makalah yang Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Dasar Ilmu Kependudukan Semester I/2017 Oleh Kelompok 2 KATA PENGANTAR             Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah dasar ilmu kependudukan sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun penyusunan makalah ini melalui proses yang cukup singkat, yaitu sekitar 1 minggu dimulai sejak tanggal 11 Desember 2017. Makalah yang berjudul “Mortalitas” ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah dasar ilmu kependudukan dan diharapkan melalui makalah ini, kami selaku penulis dapat lebih memahami kaidah bahasa Indonesia dan mampu menerapkan metode penulisan karya ilmiah dengan konsisten. Adapun isi dari makalah ini yaitu memuat materi perkuliahan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam proses penyusunan m...

Privacy Policy

Privacy Policy for Kesehatan Masyarakat Community If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at http://kesehatanmasyarakatcommunity.blogspot.com/2018/07/tambahkan-text-pembuka-untuk-formulir.html . At https://kesehatanmasyarakatcommunity.blogspot.com/ we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by https://kesehatanmasyarakatcommunity.blogspot.com/ and how we use it. Log Files Like many other Web sites, https://kesehatanmasyarakatcommunity.blogspot.com/ makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/e...