EPIDEMIOLOGI
KESMAS COMMUNITY - Epidemiologi
berasal dari kata Yunani, yaitu “EPI” yang berarti atas, “DEMOS” yang berarti
penduduk, dan “LOGOS” yang berarti ilmu.
Epidemiologi menurut Last (1998),
yang berarti
Epidemiologi
sebagai studi tentang distribusi dan determinan yang berhubungan dengan
kesehatan atau suatu peristiwa dalam populasi tertentu dan penerapan hasil
studi untuk mengendalikan masalah kesehatan.
Epidemiologi menurut Mahon dan Pugh
(1970), yang berarti
Epidemiologi
mempelajari penyebaran dan factor penentu dari frekwensi penyakit pada manusia.
Ruang lingkup epidemiologi adalah
sebagai berikut.
·
Epidemiologi
penyakit menular
·
Epidemiologi
penyakit tidak menular
·
Epidemiologi
lingkungan dan kesehatan kerja
·
Masalah-masalah
yang menimpa masyarakat
Epidemiologi dibedakan
menjadi 2 macam, yaitu
1.
Epidemiologi
deskriptif, yaitu tergambarnya perbedaan banyaknya kesakitan akibat suatu
penyakit antara kelompok penduduk yang sedang dipelajari. Biasanya menggunakan
orang (person), waktu (time), dan tempat (place).
2.
Epidemiologi
analitik, yaitu lebih menjelaskan sebab-sebab terjadinya penyakit. Biasanya
menggunakan kata bagaimana.
Kegunaan epidemiologi
secara deskriptif dan analitik, yautu sebagai berikut.
·
Mengetahui cara
timbulnya penyakit
·
Mengetahui
riwayat alamiah penyakit
·
Mengetahui
penyebaran penyakit pada masyarakat
·
Menyusun
klasifikasi penyakit
·
Menyusun program
pelayanan kesehatan
·
Menyusun cara
evaluasi terhadap pelayanan kesehatan.
PERKEMBANGAN
EPIDEMIOLOGI
1. HIPOCRATES
Dikenal sebagai bapak
kedokteran (2000 tahun yang lalu) mengatakan bahwa factor lingkungan, seperti
udara, air, tempat, dapat mempengaruhi terjadinya penyakit.
2. JOHN
GRAUNT
Sebagai penemu VITAL
STATISTIK, mempelajari hubungan epidemiologi dengan kelahiran, kematian
3. GALLEN
Mengatakan bahwa ada 3
faktor kemungkinan terjadinya penyakit, yaitu
Temperamen, cara hidup,
atmosfir (udara, cuaca, air)
4. JOHN
SNOW
Abad ke 19, meneliti
bahwa kematian karena wabah kolera di London, yang berhubungan dengan sumber
air minum yang sudah tercemar dengan kuman Vibrio
cholera
5. ROBERT
KOCK
Penemu kuman TBC
YANG
TELAH DICAPAI OLEH EPIDEMIOLOGI
Epidemiologi telah
membantu dalam meng-ungkapkan penyakit, factor risiko dan kontribusi serta
untuk penanggulangannya.
1. CACAR tahun 1970
Dibuktikan bahwa cacar karena infeksi COWPOX, dapat memberikan
kekebalan terhadap penyakit cacar (small pox). Epidemiologi berperan dalam
Indonesia Bebas Cacar tahun 1978.
2. METHYL MERCURY
Yang dikenal dengan penyakit minamata (Teluk di Jepang)
diselidiki secara epidemiologi ternyata penderita yang sakit adalah akibat
memakan ikan dari teluk Minamata yang sudah tercemar dengan buangan industry
yang limbahnya mengandung Mercury (Hg) atau air raksa.
3. RHEUMATIC FEVER dan RHEUMATIC HEART DISEASE
(REMATIK JANTUNG)
Epidemiologi mengungkap bahwa penyakit ini berhubungan erat
dengan kemiskinan, khususnya dengan perumahan kumuh, dimana sangat memudahkan
penyebaran Streotococcus.
4. IODINE DEFICIENCY DISEASE
Epidemiologi membantu dalam mengidentifikasi dan memecahkan
masalah defisiensi yodium dengan efektifitas pemberian yodium pada penduduk di
daerah pegunungan. (tidak cukupnya produksi hormone thyroid yang mengandung
yodium)
5. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
Peran epidemiologi mengidentifikasi epidemic AIDS.
Tahun 1981 di Amerika
Penderita
disebabkan karena terinfeksi oleh Virus HIV, kemudian berkembang menjadi AIDS.
Penularan melalui hubungan seks atau memakai jarum suntik.
Sumber : Bahan Kuliah Epidemiologi Semester
3
Comments
Post a Comment